Perjalanan Terus Bergulir

Tambora, Kompas.com, Traveling, Traveling, Taman Nasional Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat, Sumbawa, Adventure, Mountaineering

Ketika berada di Puncak Tambora bulan Maret lalu. Foto ini diambil ketika penugasan liputan Kompas.com.

Sudah hampir enam bulan lamanya tidak menulis di rumah yang telah membesarkan saya. Terakhir kali masih terbesit cerita kerasnya kala berjuang melewati Jalur Pantura. Hingga tiba di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, Si Sepeda Hitam pun tumbang. Sebelumnya, beberapa perjalanan kecil masih menghibur di tengah kesibukan menjadi pekerja lepas.

Agustus tahun lalu, saya meninggalkan kampus kuning dan berhasil mendapatkan gelar sarjana. Segala petualangan di dunia pendidikan tinggi sirna. Bak badai, ia sekejap hilang berganti dengan mentari pagi yang cerah. Puncak telah diraih. Perjalanan mendaki dari kaki gunung yang berat berhasil dilalui.

Juga masih teringat ketika mencoba mengadu nasib di salah satu media siber nasional Indonesia. Waktu itu, akhir bulan Oktober kira-kira. Saya memberanikan diri untuk mengirimkan surat elektronik pertanda berniat untuk bekerja di sana. Nasib baik menghampiri. Saya mendapatkan panggilan untuk berbincang-bincang dengan perwakilan perusahaan.

Hampir dua bulan saya dibuat menunggu. Seperti awan yang merindukan hujan. Begitu juga sang tanah. Dan akhirnya, setelah saya meninggalkan perjalanan 1.000 kilometer menuju Surabaya, saya berhasil datang kembali ke Palmerah. Hitam dan tertawa. Itulah kesan yang timbul ketika saya bertemu kembali dengan sang pewawancara. Saya hanya dapat tertawa. Itulah hasil saya bersepeda. Ya, ceritanya pun belum selesai.

                                                               *******

Singkat cerita, saya diterima untuk dapat bekerja. Benar-benar sebuah petualangan. Ini salah satu jasa dari sebuah tempat gratis untuk berbagi. Berawal dari blog ini dibuat, satu persatu sejarah perjalanan ditorehkan. Perlahan pembaca mulai ramai. Terjadi interaksi yang mengasyikkan dengan para pembaca. Ya, tentunya kalian yang setia membaca. Terima kasih.

Sebenarnya, tulisan-tulisan saya dapat tetap kalian baca. Hanya di alamat yang berbeda. Namun, bukan berarti saya tak akan kembali ke sini. Ini sedikit bukti. Ah, rasanya ingin kembali berbagi cerita perjalanan yang seru dengan kalian. Mungkin, kali ini bukan cerita petualangan ataupun sedikit tips yang dapat saya bagi. Ini adalah kerinduan untuk kembali menjelajah di blog ini.

Ah rasanya seperti berada di lorong waktu. Berpindah-pindah menuju obyek-obyek wisata di Indonesia karena tuntutan pekerjaan yang saya jalani. Misalnya, ketika perjalanan tugas ke Gunung Tambora, Gunung Parang, Sulawesi Selatan, Kalimantan, hingga Padang. Begitu banyak cerita yang dapat saya tuliskan. Namun membagi waktu adalah tantangan terbesar saya. Itulah realita yang terjadi saat ini.

Saat ini mulai dari tulisan ini saya akan mencoba kembali berbagi dengan teman-teman blogger lain. Semoga dapat kembali konsisten dalam dunia menulis yang saya jalani sekarang. Anggap ini adalah momen reinkarnasi blog perjalanan ini. Selamat kembali menjelajah di setangkup kisah perjalanan yang akan kembali ditorehkan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s