Bersepeda Depok – Surabaya: Etape 3 Perjalanan 54 KM Menuju Cirebon

Dari Indramayu menuju Cirebon tidak terlalu jauh. Jaraknya hanya berkisar 54 km. Namun perjalanan singkat ini penuh dengan kejadian yang baru.

BikeVenture, Adventure, 50 Tahun Mapala UI, Mapala UI, Roadtrip, SoloTrip, Traveling, Jakarta, Surabaya, Cirebon, Indramayu, Bikepacker, Jawa Barat, Visit Jawa Barat, Indonesia, 1000 KM

Jalur perkiraan Etape 1 berdasarkan Google Maps. Indramayu – Cirebon. Sumber: Google Maps.

Di sebuah universitas, perjalanan hari kedua berakhir. Namanya Universitas Wiralodra. Berada di dekat Komplek Bumi Patra Jalan Balongan. Dari sana pula perjalanan hari ketiga dimulai. Ke Cirebon nanti kalo lewat Kecamatan Krankeng, hati-hati banyak penjambretan” kata seorang anggota Mapala Wiralodra kepada saya mengingatkan.

BikeVenture, Adventure, 50 Tahun Mapala UI, Mapala UI, Roadtrip, SoloTrip, Traveling, Jakarta, Surabaya, Cirebon, Indramayu, Bikepacker, Jawa Barat, Visit Jawa Barat, Indonesia, 1000 KM

Berfoto bersama anggota Mapala Wira Buana di Patung Kijang sebelum menuju Cirebon.

Hari ini saya tidak sesuai perencanaan. Ini disebabkan hari ketiga ini, 2 Januari 2015 jatuh pada hari Jum’at. Saya memulai perjalanan setelah sholat Jum’at. Pukul 13.30 WIB, saya meninggalkan kota yang terkenal dengan buah mangganya. Namun sebelum meninggalkan kota, saya mampir ke sebuah tugu yang bernama Tugu Kijang untuk berfoto bersama. Selamat tinggal Indramayu.

Matahari sudah bergeser hampir 15 derajat. Namun panasnya seperti posisi 180 derajat. Melumuri seluruh kulit. Namun keadaan lalu lintas jalan tidak “panas” di Pantura. Kemarin seperti neraka. Penuh siksaan dari kendaraan yang melintas. Sekarang cenderung jarang bus-bus besar yang melintas. Hanya mobil sedan yang melintas. Juga motor-motor yang lewat mendominasi.

Di dekat Kilang Minyak Balongan, saya terkejut dengan tiga orang pria bertongkat yang berjalan kaki di sebelah kiri jalan. Mereka adalah orang-orang yang saya lihat kemarin siang berjalan kaki di Kecamatan Eretan, Indramayu. “Pak, jalan kaki dari Eretan? Mau ke mana?” tanya saya pada mereka. “Mau ke Makam Sunan Gunung Jati” jawab salah satu pria paruh baya itu. “Oh, mau Maulud-an ya pak? Kenapa jalan kaki pak?” tanya saya kembali. “Mau coba aja dek. Mau tau rasanya. Katanya cape tapi kalo gak dicoba gimana mau tau rasanya” jawabnya dengan bijaknya. Saya hanya terkejut mendengar penjelasannya.

BikeVenture, Adventure, 50 Tahun Mapala UI, Mapala UI, Roadtrip, SoloTrip, Traveling, Jakarta, Surabaya, Cirebon, Indramayu, Bikepacker, Jawa Barat, Visit Jawa Barat, Indonesia, 1000 KM

Warga Eretan, Indramayu Jawa Barat berjalan kaki menuju Cirebon untuk ziarah Makam Sunan Gunung Djati.

Lepas dari para pria itu, saya melanjutkan perjalanan. Di kanan kiri jalan, sawah menghampar luas. Empat kilometer dari pertemuan saya tadi, Kecamatan Junti terlampaui. Di kiri jalan sudah terlihat laut. Terselip obyek wisata Pantai Junti. Terbesit untuk mampir tapi saya berkejar dengan target. Perahu nelayan bersandar banyak bersandar. Mungkin karena ombak sedang tidak baik untuk melaut.

Pukul 14.15 WIB, roda yang berpelek almunium ini memasuki wilayah yang rawan kriminal. Ya, saya telah memasuki wilayah yang diperingatkan untuk hati-hati sebelum berangkat dari Indramayu. Namanya Krankeng. Ditandai dengan sebuah papan besi pengumuman yang bertuliskan “Anda Memasuki Wilayah Kecamatan Krangkeng. Kawasan Bebas Miras dan Prostitusi”. Menurut teman saya itu, daerah ini rawan sekali perampokan. Bahkan tidak segan-segan untuk menghabisi nyawa korbannya. Sungguh mengerikan. Jalur Pantura memang “keras”.

Perasaan was-was membaluri jiwa saya. Kewaspadaan berganti dari “gila”-nya bus-bus. Saat ini saya harus waspada dengan penjambret yang siap mengancam setiap saat. Tidak jarang kepala menoleh ke kiri dan ke kanan mengawasi keadaan sekitar. Tangan kanan selalu ngilu kala mengingat perkataan teman jika para perampok atau penjambret tidak segan-segan untuk melukai korban. Tangan kanannya disabet pake pisau atau samurai. Supaya jatoh kalo yang naik motor” begitu saya terbayang kata pemuda asal Kecamatan Krankeng itu.

Kemudi sepeda masih diarahkan lurus. Walaupun jalan kadang sedikit berkelok. Jam di tangan kiri telah menunjukkan pukul 15.30 WIB. Waktu Ashar telah tiba. Saya putuskan untuk istirahat, sholat, dan makan. Para penghuni perut telah demonstrasi. Semangkuk bakso cuangki saya santap di pelataran sebuah masjid. Di masjid ini sedang bersiap-siap untuk merayakan maulid. Tenda didirikan. Pengeras suara disiapkan. Namun walaupun banyak yang sedang beribadah, musik dangdut tetap berkumandang.

Kecamatan Kapetakan yang memiliki 9 desa telah terlewati. Sekarang masuk ke Kecamatan Suranenggala. Masih 15 km menuju Kota Cirebon. Sekitar 1.5 jam lagi. Kecamatan yang memiliki 11 desa ini terasa ramai. Banyak anak-anak kecil bermain di pekarangan rumah. Namun kendaraan yang melaju kencang menjadi ancaman di baliknya. Dari Suranenggala, masih harus melewati Kecamatan Gunung Jati untuk tiba di Kota Cirebon.

BikeVenture, Adventure, 50 Tahun Mapala UI, Mapala UI, Roadtrip, SoloTrip, Traveling, Jakarta, Surabaya, Cirebon, Indramayu, Bikepacker, Jawa Barat, Visit Jawa Barat, Indonesia, 1000 KM

Hujan turun di Kecamatan Suranenggala. Terpaksa perjalanan dihentikan.

Langit mendung kelabu. Hitam pekat. Tanda hujan akan turun dengan deras. Kadang suara petir mengetuk pintu langit. Butir-butir air turun dari kayangan. Kayuhan dihentikan di sebuah minimarket untuk berteduh. Wilayah yang dikepalai oleh Drs H Sunjaya Purwadi Sastra ini basah kuyup. Satu persatu pengendera motor ikut menepi. Semua berlindung di bawah teras minimarket. Menunggu hujan reda. Mungkin juga ada pelangi yang muncul setelahnya. Namun itu tak muncul. Hujan terus turun. Sementara hari semakin sore. Jas hujan menjadi pilihan untuk menemani perjalanan hingga Kota Cirebon.

BikeVenture, Adventure, 50 Tahun Mapala UI, Mapala UI, Roadtrip, SoloTrip, Traveling, Jakarta, Surabaya, Cirebon, Indramayu, Bikepacker, Jawa Barat, Visit Jawa Barat, Indonesia, 1000 KM

Sebelum Makam Gunung Djati yang ramai saat Maulud Nabi Muhammad SAW. Pengunjung ziarah makam berasal hingga dari Jakarta.

Kecamatan terakhir semakin ramai. Hingga saya melihat satu titik yang paling ramai. Sebuah plank besi berwarna hijau bertuliskan “Makam Gunung Jati” terpampang di sebelah kiri. Bau melati menusuk hidung. Anak-anak dengan baju basahnya berada di pinggir jalan. Senyum senangnya tersurat. Mereka menunggu para pengendara yang melewati Makam Sunan Gunung Jati. Mereka biasanya melempar uang. “Biasanya dapet berapa dik sehari?” tanya saya sambil berhenti. “Enam puluh ribu rupiah” jawabnya. Cukup banyak memang.

Sinar-sinar lampu kota mulai menerangi jalan. Temaram senja menyelimuti kecamatan terakhir sebelum memasuki kota yang terkenal dengan kuliner nasi jamblang dan empal gentong ini. Pukul 18.15 WIB, saya berhasil mencapai Kota Cirebon. Persinggahan di hari ketiga ini adalah Sekretariat Mapala Universitas Swadaya Gunung Jati di jalan Pemuda. Masih sekitar 5 km dari perbatasan kota dan kabupaten.

Cirebon menjelang malam makin bergeliat. Di setiap lampu merah, mobil memenuhi jalan. Di kota yang kendaraannya berplat nomor awal E ini tertib dalam berlalu lintas. Semua berhenti di batas yang dihimbau. Tidak seperti di Jakarta. Semua berlomba-lomba untuk maju. Sampai di pertigaan lampu merah yang diberitahu oleh tukang becak, saya belok kanan. Kemudian, sekitar 5 menit, di sebelah kanan jalan terlihat sebuah papan panjat dinding. Ditambah pula terdapat tulisan Universitas Swadaya Gunung Jati. Itulah persinggahan saya. Malam ini beristirahat untuk esok hari menuju Purwokerto.

3 thoughts on “Bersepeda Depok – Surabaya: Etape 3 Perjalanan 54 KM Menuju Cirebon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s