Auuumm! Ada Harimau Sumatra di TWNC

Auuuumm! Suara sang raja rimba yang mengaum membuat bulu kuduk saya berdiri. Hewan yang berkulit loreng-loreng jingga hitam ini nampak nyaman tinggal di tempat ini. Sempat terpikir bagaimana jika bertemu langsung di hutan rimba Bukit Barisan Selatan.

Harimau Sumatra, Sumatran Tiger, TWNC, Tambling Wildlife Nature Conservation, Tommy Winata, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Hewan Terancam Punah, Rescue Center Sumatran Tiger, Lembaga Konservasi Harimau, Lampung, Backpacker, Traveler, Traveling, Lampung, Visit Lampung, Visit Indonesia, Indonesia, Mapala UI, Pencinta Alam, Mapala

Topan terlihat mengintip di balik kandang Rescue Center Sumatran Tiger, TWNC. Harimau Sumatra ini lahir di lembaga konservasi harimau milik TWNC.

Setelah 8 hari membelah lebatnya hutan rimba Bukit Barisan Selatan akhirnya kami mengakhiri perjalanan di kawasan konservasi Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC). Kegiatan kami lanjutkan untuk mendokumentasikan potensi wisata di ujung barat daya Sumatra ini. Tiba pada malam hari di TWNC, kami beristirahat ditemani oleh suara-suara deburan ombak Samudera Hindia. Keesokan harinya kami akan mengunjungi Rescue Center Sumatra Tiger (Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera).

Pagi hari sekali suara ombak seakan membangunkan saya dari tidur yang lelap. Setelah melepas lelah di salah satu cottage yang berada di TWNC ini, saya bersama teman-teman bersiap untuk bertemu dengan kucing besar nan liar ini. Ah rasanya masih belum percaya dapat bertemu langsung dengan hewan yang saya takuti ketika menjelajah hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Untuk menuju ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera, saya akan ditemani oleh pegawai TWNC. Bak tamu besar, saya diantar menggunakan mobil operasional milik TWNC. Satu persatu dari kami mulai naik ke mobil. Tanpa dikomando, saya memilih duduk di atas atap mobil.

Di sepanjang perjalanan, dari atas mobil saya dapat menikmati suasana hijau kawasan konservasi ini. Pohon-pohon tumbuh rindang menghalau panasnya matahari yang melumuri kulit. Padang rumput menghampar luas sepanjang mata memandang. Di tengah perjalanan, kuda, kerbau, dan monyet banyak berada di sisi jalan seakan menyapa kedatangan kami. 20 menit menempuh perjalanan, saya dan teman-teman sampai di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera yang berada sekitar 1 km dari guest house TWNC. Pepohonan hijau, menara pengawasan, dan kantor pengelola terlihat sesampainya saya di sini.

Mesin mobil berhenti menderu. Suara berganti menjadi auman harimau yang saling bersahutan. Jantung saya berdegup kencang memasuki kawasan ini. Kawasan dengan luas area hampir 10 hektar ini menjadi tempat harimau “belajar” sebelum dilepas ke alam liar. Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera ini dilengkapi dua kandang besar berukuran setengah kali lapangan sepakbola dan enam kandang kecil berukuran 5×5 meter. Seekor harimau dewasa berukuran hampir 1/4 meter terlihat sedang rebah-rebahan di dalam kerangkeng besar dengan rumput yang menghampar luas. Dia betina. Nah anaknya ada 3 di sana. kata Darmo, sambil menunjuk kerangkeng lainnya. Tampak tenang, dia hanya terlihat menjilat-jilat kakinya.

Langkah saya bersama teman-teman berlanjut ke kerangkeng selanjutnya di mana tiga anak harimau tinggal. Kerangkeng ini berbeda dengan sebelumnya, hampir seluruh bagian tertutup seng yang berwarna biru. Saya segera beranjak menaiki tangga untuk melihat sang harimau dari atas. Segera kamera saya bidik ke arahnya. Sesekali anak-anak harimau yang tinggal di kandang tersekat ini, mengaum menyambut kedatangan kami. Anak-anak harimau ini lahir pada tanggal 28 Oktober 2011. Anak-anak harimau ini diberi nama oleh Ibu Ani Yudhoyono. Namanya Topan, Petir, dan Bintang kata Darmo, menjelaskan pada saya. Saat ini anak-anak harimau ini sudah besar. Pada tahun ini (2014) mereka akan memasuki umur tiga tahun. Sebelumnya para anak harimau ini belajar memangsa makanannya. Dalam video yang saya saksikan ketika di guest house, seekor kambing hidup dimasukkan ke dalam kandang dan lalu mereka akan belajar untuk makan.

Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), binatang yang hanya dapat ditemukan di Pulau Sumatera ini termasuk ke dalam daftar merah satwa yang kritis dan terancam punah. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yang sejak Juli 2004 ditetapkan sebagai tapak warisan dunia, The Tropical Rainforest Heritage of Sumatera oleh UNESCO ini seharusnya menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi para raja rimba. Saya hanya terdiam terpukau ketika melihat para Harimau Sumatra ini. Takjub saya dibuatnya. Namun perasaan miris terbayang ketika mengetahui bahwa binatang ini terancam punah. Konflik dengan manusia cukup intens karena habitatnya makin tergusur oleh perambah-perambah hutan. Belum lagi ditangkapnya harimau untuk dijual demi kepentingan manusia yang tak bertanggung jawab.

TWNC pun menjadi salah satu lembaga yang memiliki konservasi Harimau Sumatra. Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera ini telah beberapa kali melepasliarkan harimau. Menurut para pegawai di sana, pada tahun 2011 dua ekor Harimau Sumatera telah dilepasliarkan. Harimau tersebut bernama Panti dan Mekar. Dari informasi yang saya dapatkan dari para pegawai TWNC, ketika melepaskan harimau tersebut, Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan, Surya Paloh, dan media-media asing lainnya turut hadir. Saya berpikir tempat ini adalah salah satu wujud kepedulian pelestarian terhadap Harimau Sumatera yang sangat baik. Dilihat dari proses perawatan dan program lainnya yang dijalankan di sini. Salah satu programnya adalah menyelamatkan harimau dari tempat lain di Sumatra. Seperti pernah dilakukan ketika memindahkan Harimau Sumatra dari Jambi dan Aceh beberapa tahun silam.

Tak terasa hari makin siang. Hujan perlahan turun di ujung Selatan Pulau Sumatera ini. Saya bergegas menuju sebuah rumah kayu berlantai dua yang terletak berdekatan kerangkeng harimau dan menara pengawas di sebelahnya. Saya bersama teman-teman duduk santai mengobrol dengan para pegawai Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera. Kami masing-masing memperkenalkan diri dan segelas teh hangat meluncur ke genggaman tangan kami untuk menghangatkan suasana. Gelak tawa dan cerita seru ketika mengiringi perbincangan seputar isu-isu konservasi di TWNC dan penjelajahan kami di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Hampir 30 menit waktu bergulir, akhirnya kami akhiri perbincangan ini. Segera kami beranjak untuk menjejakkan kaki di destinasi penjelajahan selanjutnya yaitu Mercusuar Tambling.

10 thoughts on “Auuumm! Ada Harimau Sumatra di TWNC

  1. Pingback: Susur Pantai di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan | inisayadanhidupsaya

  2. Pingback: 5 Tempat Wajib Dikunjungi di TWNC | inisayadanhidupsaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: