Ada Cahaya Surga di Gua Jomblang

Gelap, lembab, dan sepi itulah mungkin yang terbayang di kepala ketika mendengar kata “Gua”. Namun siapa sangka ada cahaya surga di dalam gua ini.

Goa Grubug, Mapala UI, BKP 12, Universitas Indonesia, HIKESPI, Caving, Goa, Wonosari, Yogyakarta, Wisata Gua, Traveling, Backpacker, Visit Yogyakarta, Adventure

Cahaya Surga di Goa Grubug

Memasuki gua atau yang lazim disebut caving oleh para pencari adrenalin – petualang – ini mungkin kurang diminati dibandingkan dengan jenis-jenis wisata lainnya. Memang jenis wisata yang tergolong untuk minat khusus ini mempunyai penggemar sendiri. Selain memerlukan kemampuan khusus untuk melakukan petualangan yang mendebarkan ini. Namun belakangan ini, beberapa gua dapat dimasuki dengan bimbingan pemandu wisata beserta peralatan yang lengkap dan aman. Seperti gua yang berada di kawasan Gunung Kidul, Wonosari Yogyakarta.

Gunung Kidul, Wonosari merupakan kawasan karst yang terkenal dengan kompleks gua yang berjajar di sana. Salah satu gua yang terkenal di daerah Wonosari yaitu Gua Jomblang. Masyarakat Jawa sering juga menyebutnya Luweng Jomblang. Gua Jomblang merupakan gua vertikal yang mempunyai hutan purba yang cukup rapat di dasarnya. Gua Jomblang memiliki kedalaman 80 meter tapi untuk menuruninya terdapat jalur yang bervariasi mulai dari 15 meter – 80 meter. Terletak di rentangan perbukitan karst pesisir selatan yang memanjang dari Gombong, Jawa Tengah hingga kawasan karst Pegunungan Sewu, Pacitan, Jawa Timur ini, Gua Jomblang menawarkan sensasi petualangan yang mendebarkan.

Gua Jomblang, Gua Grubug, Caving, Telusur Gua, Visit Yogyakarta, Traveler, Traveling, Adventure, Backpacker, Indonesia, Visit Indonesia, Gunung Kidul, Wonosari, Semanu

Mulut Gua Jomblang ini mempunyai titik turun yang berbeda. Jalur VIP dapat sobat traveler coba dengan hanya 20 m.

Gua Jomblang, Gua Grubug, Caving, Telusur Gua, Visit Yogyakarta, Traveler, Traveling, Adventure, Backpacker, Indonesia, Visit Indonesia, Gunung Kidul, Wonosari, Semanu

Untuk menuruni Gua Jomblang diperlukan alat-alat yang berstandar internasional. Selain itu juga perlu didampingi dengan instruktur yang berpengalaman.

Berbekal alat-alat caving milik Mapala UI dan teman-teman mahasiswa pencinta alam Yogyakarta, saya bersama teman-teman mencoba menelusuri perut bumi ini. Dibantu juga oleh teman-teman HIKESPI, saya pun berlatih teknik SRT (Single Rope Technic) – teknik menuruni gua dengan satu tali -. Dengan alat-alat seperti seat harness, chest harness, ascender / croll, auto descender, footloop, jammer, carabiner, cowstail panjang, serta cowstail pendek, saya pun bersiap untuk pertama kalinya menuruni gua dalam hidup. “Ayoo body check dulu, pastiin semua udah bener, baca doa.. hihi” ucap Mas Patrick, anggota HIKESPI membimbing saya.

Riuh tawa, wajah-wajah serius yang bercampur rasa takut mengiringi saya dan teman-teman yang akan menuruni gua.. “Klik..tak.. tak..”itulah bunyi yang terdengar ketika tali bertemu dengan autostop – alat yang berfungsi seperti katrol untuk menuruni gua-. Ya, saya pun segera meluncur turun ke Gua Jomblang. Pertama saya cukup takut ketika kaki sudah tak menginjakkan tanah. Raut wajah berubah menjadi tegang. Kesan pertama yang saya rasakan ketika turun menggunakan seutas tali adalah takjub. “Woooow.. Ah gila..keren banget!” teriak saya sambil mengamati suasana gua. Ketika melihat ke atas, teman-teman yang lain pun meluncur turun di lintasan yang berbeda dan ketika melihat ke bawah, hutan purba yang terlihat.

Gua Jomblang, Gua Grubug, Caving, Telusur Gua, Visit Yogyakarta, Traveler, Traveling, Adventure, Backpacker, Indonesia, Visit Indonesia, Gunung Kidul, Wonosari, Semanu

Hutan Purba yang berada di dasar Gua Jomblang ini siap menyambut sobat traveler saat mencapai dasar.

Stalagmit, BKP 12, Mapala UI, Goa Jomblang, Wonosari, Yogyakarta, Wisata Goa, HIKESPI

Stalagtit: Ornamen goa dari batu kapur yang tumbuh dari bagian atas goa menuju ke dasar

Sampai di dasar gua, saya pun bersiap untuk memasuki lorong Gua Jomblang. Namun untuk mencapainya diperlukan sedikit trekking menuruni hutan purba yang ada di dasar gua. Aneka lumut, paku-pakuan, semak, hingga pohon-pohon besar tumbuh dengan rapat di dasar gua yang memiliki luas mulut sekitar 50 meter ini. Berada di hutan purba, menimbulkan kesan hijau, berbeda ketika sebelum menuruni gua. Kondisi yang gersang memang menjadi ciri khas kawasan karst yang minim air di permukaan atas. 15 menit menuruni hutan purba ini, tibalah saya di mulut lorong Gua Jomblang. Ah, lagi-lagi saya dibuat takjub dengan gua yang pertama kali saya turuni ini.

Gua Jomblang, Gua Grubug, Caving, Telusur Gua, Visit Yogyakarta, Traveler, Traveling, Adventure, Backpacker, Indonesia, Visit Indonesia, Gunung Kidul, Wonosari, Semanu

Di dasar Gua Grubug terdapat column yang sangat indah untuk dilihat.

Goa Grubug, Wisata Goa, BKP 12, Mapala UI, Wonosari, Yogyakarta, Universitas Indonesia, Caving, Goa, HIKESPI

Selain turun dari Gua Jomblang, sobat traveler juga dapat menuruni melewati Gua Grubug.

Lembab dan gelap adalah kesan pertama memasuki lorong Gua Jomblang. Namun semua itu berubah jadi indah ketika melihat ornamen gua di kiri dan kanan gua ini. Butuh penerangan tambahan untuk melihat ornamen gua ini dengan jelas. Sinar headlamp pun menyinari stalagmit, stalagtit dan batu kristal hingga berkilauan dibuatnya. Langkah kaki saya pun bergerak menelusuri terowongan yang gelap gulita ini. Sampai akhirnya saya disambut dengan secercah cahaya nan indah di depan mata. Cahaya ini menelusuk masuk ke dasar gua. Ah sungguh indah pemandangan ini. Saya termenung sejenak memandang keindahan bak cahaya surga ini.

Untuk menikmati cahaya surga di Gua Grubug via Gua Jomblang ini sobat traveler dapat menghubungi Cahyo Alkantana (+62 811 117 010), sang pemilik Jomblang Resort. Sebaiknya sobat traveler menghubungi nomor di atas agar mendapatkan peralatan yang sesuai dengan standar keamaan caving gua vertikal serta didampingi penelusur gua yang sudah berpengalaman. Nah untuk waktu terbaik mengunjungi Gua Jomblang agar bertemu dengan “Cahaya Surga” adalah pukul 10.00 WIB – 12.00 WIB. Jadi masih takut untuk masuk gua?

TIPS

1. Bawa makanan dan minuman untuk konsumsi di dalam gua

2. Bawalah sampah kembali ke atas

3. Jangan menyentuh ornamen gua

4. Jangan buang air kecil maupun besar di dalam gua

5. Packing barang-barang elektronik di dalam bahan yang kedap air

6. Cek kondisi baterai headlamp sebelum memasuki gua

Akses Transportasi

Akses mencapai Goa Jomblang dapat menggunakan transportasi umum. Berangkat dari Terminal Bus Giwangan, Yogyakarta lalu naik bus jurusan Jogja-Wonosari menuju Simpang Lima Wonosari. Perjalanan masih dilanjutkan dengan menggunakan angkutan kota menuju Kecamatan Semanu.

5 thoughts on “Ada Cahaya Surga di Gua Jomblang

  1. itu saya ngeliat foto yang terakhir dan yang pertama, eksotis sekali pemandangannya, pantas lokasi gua ini dijadikan setting fil Misteri kayakknya atau petulangan…

    Maksudnya, panjang gua itu dari gombong kebumen sampai Pacitan ya?

    • emang bagus sob pemandangan di bawah tanah (Gua) . Ornamen gua yang ada sangat indah buat diliat. Kalo setau saya, gua Jomblang/Grubug belum pernah dijadikan setting film misteri. Kalo untuk video yg berbau petualangan sudah pernah.

      Bukan sob. Maksudnya rangkaian pegunungan karst. tapi gak menutup kemungkinan, gua itu nyambung.šŸ˜€

      btw thanks udah mampir ya. Salam kenal sob.šŸ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s