Berendam Air Panas di Negeri Tulehu

Berendam air panas setelah jalan-jalan di Ambon menjadi pilihan tepat untuk melepas lelah. Untuk mencobanya, pergilah ke Pemandian Air Panas Hatuasa Desa Tulehu, atau yang biasa masyarakat Ambon menyebutnya Negeri Tulehu.

Pemandian Air Panas Hatuasa, Desa Tulehu, Salahutu, Maluku Tengah, Air Panas, Wisata Alam, Visit Maluku, Baronda Maluku, Visit Indonesia, Traveling, Traveler, Backpacker,

Air Panas Hatuasa ini terletak di Desa Tulehu, Salahutu, Maluku Tengah. Pemandian ini ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun internasional.

Ambon terkenal dengan wisata bahari yang sangat indah. Sederet pantai-pantai yang berpasir putih banyak sobat traveler temui di kota yang dijuluki “Ambon Manise” ini. Selain itu wisata sejarah juga dapat sobat traveler kunjungi. Patung-patung pahlawan seperti Kapten Pattimura dan Martha Christina Tiahahu dapat sobat traveler kunjungi di pusat Kota Ambon. Di sisi lain Kota Ambon, tempat ibadah yang berusia hampir lima abad pun dapat disambangi. Namun ada yang menarik di sisi timur Pulau Ambon. Setelah lelah berwisata keliling Ambon, mendatangi tempat bersejarah maupun menceburkan diri ke birunya air laut, sobat traveler dapat merelaksasikan badan di pemandian air panas Hatuasa di Desa Tulehu.

Dengan menempuh perjalanan dengan jarak 30 km dari Kota Ambon, sobat traveler dapat menggunakan sepeda motor sekitar satu jam lamanya untuk mencapai Tulehu. Jalan yang berkelok-kelok mengitari Teluk Ambon. Pantai-pantai di sepanjang Laut Banda menambah perjalanan menuju Pemandian Air Panas Hatuasa di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah sangat memanjakan mata di saat lelah memeluk raga. Ya, apalagi saat matahari sedang menuju barat. Senja perlahan mulai hilang. Rona langit yang berwarna orange mulai berganti menjadi hitam dengan taburan bintang. Roda motor masih bergulir di jalan lurus yang tepat berada tepian daerah pesisir pantai. Namun kali ini saya menggunakan tronton bersama teman-teman. Seketika arah kemudi tronton berbelok menjauhi tepian pantai. Pemandangan malam ini berubah menjadi hamparan pohon sagu di kiri-kanan jalan. “Nah su dekat nih, siap-siap yaa kita berendam air panas” ucap Ismail Nahumarury, seorang teman asal Desa Tulehu yang menjadi guide saya kali ini dengan logat Ambonnya.

Pemandian Air Panas Hatuasa, Desa Tulehu, Salahutu, Maluku Tengah, Air Panas, Wisata Alam, Visit Maluku, Baronda Maluku, Visit Indonesia, Traveling, Traveler, Backpacker,

Malam hari di Pemandian Air Panas Hatuasa cukup ramai. Pengunjung lebih suka datang pada malam hari.

Pemandian Air Panas Hatuasa cukup ramai malam ini. Sekitar 70 orang memenuhi kolam pemandiaan hari ini. Tua muda bercampur berendam asyik. Terlihat wisatawan lokal mendatangi pemandian air panas ini. Namun tak jarang juga wisatawan mancanegara dari Jepang, Korea dan Cina. Konon juga air panas di sini juga dapat menjadi terapi kesehatan dan mengobati penyakit kulit. Roni, penjaga pintu masuk Pemandian Air Panas Hatuasa menceritakan dulu penderita stroke pernah ada yang berendam air panas secara rutin selama setengah bulan lalu dapat berjalan kembali. Saya memilih berendam malam hari karena di tengah dinginnya suasana hutan Hatuasa sangat cocok untuk merelaksasikan badan yang pegal-pegal ini. Sekilas suasananya mirip dengan pemandian air panas Ciater, Jawa Barat.

Menurut Roni, pemandian ini berawal ketika seorang purnawirawan TNI, Haji Muhammad Nahumaruri berniat untuk membuka kebun pohon sagu di area tanah miliknya pada tahun 1990-an. Namun ketika membuka lahan dengan menggali tanah, muncul uap air panas. Sejak itulah beliau mulai membangun pemandian air panas. Menurutnya kembali penamaan Hatuasa diambil dari Bahasa Ambon, yakni Hatu yang berarti batu sementara Asa adalah gosok. Suhu air panas di kolam pemandian Hatuasa mencapai 57-70 derajat Celcius. Selain titik air panas di Hatuasa, sebenarnya masih ada 13 titik air panas di Desa Tulehu. Ada 4 titik air panas di Pantai Batu Kuda, 2 titik di Desa Mokeng, 1 titik di Hutan Sila, Dusun Sila, Tulehu dan tempat-tempat lainnya.

Pemandian Air Panas Hatuasa, Desa Tulehu, Salahutu, Maluku Tengah, Air Panas, Wisata Alam, Visit Maluku, Baronda Maluku, Visit Indonesia, Traveling, Traveler, Backpacker,

Berendam air panas di Hatuasa ini sangat segar. Panasnya air membuat tubuh relaks

Pemandian Air Panas Hatuasa, Desa Tulehu, Salahutu, Maluku Tengah, Air Panas, Wisata Alam, Visit Maluku, Baronda Maluku, Visit Indonesia, Traveling, Traveler, Backpacker,

Pancuran air panas ini berasal dari aliran yang dipompa dengan mesin. Merasakan pancuran air panas ini seperti dipijat.

Ketika saya menceburkan diri ke kolam dengan air yang sangat jernih, sontak cukup kaget juga merasakan panasnya air. Namun lama kelamaan, badan dapat menyesuaikan diri. Pegal-pegal di badan perlahan mulai menghilang. Badan terasa dipijat ketika mencoba mendekatkan badan ke pancuran air panas yang dipompa dengan mesin. Wah enak juga nih kalo tiap hari abis macet-macetan di Jakarta trus langsung berendam air panas. Sayang di Jakarta gak ada yang alami gini gumam Boim, seorang teman yang berasal dari Jakarta. Puas berendam di kolam, saya mencoba memesan teh hangat yang dijual di sebuah warung dekat pintu masuk. Nikmatnya minum teh hangat setelah berendam menambah badan menjadi rileks. Kalaupun sobat traveler merasa lapar, di warung tersebut juga terdapat makanan ringan dan juga mie rebus yang dapat dipesan.

Untuk menikmati Pemandian Air Panas Hatuasa yang terletak diantara bukit-bukit tinggi yang tertutup vegetasi pohon yang lebat ini, sobat traveler cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 5.000. Selain itu, jika bosan berendam, sobat traveler dapat menggunakan fasilitas karaoke yang disiapkan pengelola. Cukup dengan biaya Rp 2.500/lagu, sobat traveler dapat menyanyi lagu yang beragam, mulai dari pop Ambon hingga dangdut. Jika sobat traveler tahu, masyarakat Ambon dan Maluku memiliki kegemaran menyanyi maka tak heran jika di setiap sudut Kota Ambon lagu-lagu dapat diputar. Waktu kunjung terbaik untuk datang ke pemandian air panas ini pukul 22.00 – 03. WIT. Ketika semakin malam udara semakin dingin, maka perbedaan suhu tersebut dapat membuat tubuh relaks dengan cepat.

Obyek wisata alternatif di Ambon ini cukup menyenangkan bagi saya yang berasal dari Jakarta, kota yang tak pernah tidur. Walaupun terbilang pengelolaan tempat wisata air panas yang belum maksimal, sobat traveler dapat mencoba wisata ini. Berendam di air panas Hatuasa meninggalkan kesan tenang dan hijau karena asrinya hutan yang didominasi pohon sagu. Singgahlah dan nikmati jikalau berada di Ambon. Kurang lengkap jika berwisata di Ambon tapi tidak mandi di jernih dan hangatnya air di Hatuasa.

Tips:

  1. Bawa peralatan mandi untuk membilas badan setelah berendam
  2. Jaga barang-barang bawaan karena tidak ada tempat penyimpanan barang
  3. Siapkan uang lebih jika ingin membeli makanan dan minuman ringan di warung dekat pemandian
  4. Datanglah malam hari karena suhu malam lebih baik untuk kesehatan
  5. Bawa telur jika ingin mencoba merebus di kolam yang airnya sangat panas

One thought on “Berendam Air Panas di Negeri Tulehu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s