Cara Masyarakat Ambon Sambut Natal

Pohon-pohon berdiri di hampir setiap rumah di Ambon. Warna-warni dan kerlap-kerlipnya membuat suasana Natal makin meriah. Namun ada yang berbeda dengan menyambut Natal di Ambon.

Hari Raya Natal, Ambon, Traveling, Traveler, Backpacker, Visit Indonesia, Visit Maluku, Baronda Maluku, Natal di Ambon, Sinterklas, Piet Hitam

Pohon Natal di pinggir jalan ini lazim ditemukan di penjuru Ambon.

Menyambut Hari Raya Natal selalu diidentikkan dengan mendirikan pohon natal. Pohon-pohon ini hampir selalu ada menjelang Natal. Warna hijau, merah dan kerlap-kerlipnya cahaya lampu yang diletakkan di pohon natal. Pohon-pohon yang dibuat di pinggir jalan sekitar Kota Ambon menambah meriah suasana menyambut Natal. Pohon-pohon tersebut yang dibuat secara swadaya dan gotong royong oleh masyarakat Ambon. Kala malam menjelang pohon-pohon yang dibuat dari benang nilon yang juga digunakan untuk membuat jala itu menghiasi malam dengan indahnya.

Selain membuat pohon natal yang diletakkan di luar rumah, masyarakat Ambon memiliki kebiasaan yang cukup unik dalam menyambut Natal. Saya pun baru melihat model perayaan ini secara langsung di Ambon. Mungkin sobat traveler tahu dengan tokoh yang diidentikkan dengan Hari Raya Natal yaitu Santa Claus atau Sinterklas. Sosok yang sangat mudah diingat yaitu pria gemuk dengan baju merah dan jenggot putih yang panjang. Sosok yang bagi anak-anak dikenal suka membagi-bagikan hadiah dengan meletakkannya di kaus kaki.

Sinterklas sendiri berasal dari Bahasa Belanda yaitu Sinterklaas. Kata “Sinterklaas” dalam bahasa Belanda itu adalah pem-Belanda-an nama Santo Nikolas. Jadi, Sinterklaas versi sejarah atau versi nyata adalah Santo Nikolas itu sendiri. St Nicholas (270 M – 343 M) adalah seorang pemimpin umat Kristus mahzab Timur, yaitu mazhab Orthodox Yunani. Dia adalah pemimpin umat di kota Myra, Turki. Dia sosok yang suka memberi. Cara memberinya juga sesuai dengan ajaran Injil, yaitu tidak pamer, dan berusaha sebisa mungkin untuk tidak diketahui orang lain. (sumber)

Di berbagai negara pun sejarah Sinterklas berkembang secara berbeda. Ada yang menyebutkannya berasal dari cerita Dewa Odin, sementara di Belanda, Sinterklas lebih sering disebut dengan De Goede Sint yang dalam membagikan kado untuk anak-anak dibantu oleh seorang budak yang bernama Zwarte Piet atau Piet Hitam. Namun terdapat kesamaan dalam perbedaan yang ada yaitu Sinterklas adalah sosok yang suka memberi hadiah kepada anak-anak.

Selain sosok Sinterklas, ada lagi tokoh unik yang identik dengan Natal. Menurut literatur yang saya baca, sosok unik ini adalah Zwarte Pit atau di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan Pit Hitam. Zwarte Pit adalah sosok seorang pelayan/budak yang membantu kegiatan Sinterklas. Di negeri kincir angin Belanda, Pit Hitam digambarkan sebagai pria berkulit hitam yang selalu memakai pakaian seperti tentara kerajaan dengan bibir berwarna merah. Pit hitam ini memiliki beberapa tugas dalam membantu Santa, seperti menulis daftar apa saja yang diinginkan oleh anak-anak, mempersiapkan hadiah-hadiah bagi anak-anak yang telah berbuat kebaikan, dan memanjat atap untuk memasukkan hadiah ke dalam cerobong asap. Pit hitam juga merupakan navigasi kereta Santa dari Spanyol menuju Belanda.

Hari Raya Natal, Ambon, Traveling, Traveler, Backpacker, Visit Indonesia, Visit Maluku, Baronda Maluku, Natal di Ambon, Sinterklas, Piet Hitam

Pawai Sinterklas dengan menggunakan mobil bak terbuka. Pawai ini rutin dilakukan menjelang Natal.

Tokoh-tokoh yang identik dengan Hari Raya Natal tersebut bagi masyarakat Kristen di Ambon dijadikan satu acara budaya yang menarik untuk dilihat. Di Ambon sendiri sosok ini selalu dinanti-nanti oleh anak-anak Ambon karena menjelang Natal sang Sinterklas akan berkeliling menyapa mereka. Saya pun dibuat kaget dengan sosok Sinterklas yang berkeliling dengan mobil pick up. Menurut Abdul Muit Pelu, seorang teman saya asli Ambon, dia mengatakan bahwa pawai Sinterklas ini lazim dilakukan menjelang Natal. Sejak dari tanggal 5 Desember hingga tanggal 25 Desember, Sinterklas akan berkeliling di penjuru Ambon. Menariknya adalah setiap gereja di Ambon akan mengarak sosok Sinterklas ini. Orang-orang di balik tokoh-tokoh itu adalah para pemuda gereja. Ketika saya melihat pawai ini, sontak saya tersenyum melihatnya. Rasa penasaran pun tetiba langsung muncul.

Anak-anak kecil di pinggir jalan yang dilewati pun tak kalah senangnya. Mereka berteriak-teriak “gula..gulaaa“. Gula di sini berarti permen. Memang Natal juga identik dengan permen. Mereka berteriak meminta permen kepada Sinterklas yang lewat. Namun si Piet Hitam berteriak “tidak ada permen untuk anak nakal”. Teriakan yang bermakna agar setiap anak kecil harus berbuat baik. Anak-anak kecil tersebut pun tersenyum dan kegirangan walaupun Sinterklas pergi berlalu. Pawai ini berlangsung hampir bersamaan di penjuru Ambon. Terbukti ketika saya dalam perjalanan dari Pantai Pintu Kota menuju Kota Ambon. Mobil pick up yang dinaiki Sinterklas dan Piet Hitam cukup banyak berlalu-lalang.

Pawai Sinterklas ini cukup menarik untuk disaksikan walaupun sobat traveler sudah beranjak dewasa. Alih-alih mengenang menyambut Natal di masa kanak-kanak. Pawai ini menurut saya dapat dijadikan daya tarik wisata Kota Ambon. Menjelang Natal banyak masyarakat Ambon yang merantau kembali ke tanah kelahiran. Berkumpul bersama keluarga di tengah damainya Natal. Sobat traveler yang akan berwisata akhir tahun di Ambon juga tak menutup kemungkinan menikmati pawai ini ketika sedang berwisata di Ambon. Untuk dapat menikmati pawai Sinterklas ini sobat traveler dapat mengunjungi permukiman masyarakat Kristen di Ambon seperti di dekat Pantai Pintu Kota. Namun biasanya pawai Sinterklas ini akan menuju ke pusat kota Ambon. Jadi jangan lewatkan kesempatan ini jika berada di Ambon saat Natal.

2 thoughts on “Cara Masyarakat Ambon Sambut Natal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s