Mesin Waktu Bernama Museum di Tengah Kebun

Halo sobat traveler! Tak terasa sudah lama saya tidak mengupdate blog ini. Bermacam-macam kesibukan belakangan saya jalani .Ya bulan lalu saya magang di Wego Indonesia menjadi Travel Writer. Cukup menyita waktu untuk meng-update blog ini.. Selain itu saya juga melakukan perjalanan ke Taman Nasional Bukit Barisan Selatan bersama Mapala UI selama 10 hari dan tentu saja hasil perjalanan itu akan saya bagi di blog ini. Baiklah simak tulisan saya berikut yang juga pernah dipublikasikan di website Wego Indonesia

Museum, Museum di Tengah Kebun, Wisata Sejarah, Jakarta, Visit Jakarta, Indonesia, Traveler, Backpacker, Traveling, Backpacking, Sjahrial Djalil, Kemang

Museum di Tengah Kebun ini terletak di daerah Kemang Timur Raya.

Museum ibarat mesin waktu yang siap mengantar kita menjelajah peristiwa yang terjadi di masa lampau. Di Jakarta, ada satu ‘mesin waktu yang menarik untuk dikunjungi. Yakni, Museum di Tengah Kebun di Jalan Kemang Timur Raya Nomor 66, Jakarta Selatan. Dari luar, tampilannya seperti rumah yang tertutup rapat. Gerbang kayu berwana coklat, dengan topeng-topeng yang menggantung dan plat kuning bertuliskan Museum di Tengah Kebun menyambut pengunjung di pintu masuk. Saat kaki melangkah masuk, seketika pemandangan berubah. Pepohonan hijau tumbuh di kanan-kiri jalan masuk selebar 7 meter. Jalan masuk tersebut panjangnya sekitar 50 meter, di ujung terdapat rumah bergaya Jawa dengan empat pohon kelapa menghiasi halaman mukanya.

Seorang pria paruh baya datang menghampiri. Ia menyapa saya dan rombongan yang datang. “Siang semuaaa, selamat datang di Museum Tengah Kebun,” sapa Mirza Djalil. Dialah yang memandu kami memasuki museum tersebut.

Menyimpan koleksi hampir 4.000 barang antik dari berbagai benua, Museum di Tengah Kebun bak sebuah mesin waktu. Rumah yang dijadikan museum oleh pemiliknya tersebut sudah berdiri sejak 1980 dengan tembok tersusun dari bata antik milik bangunan peninggalan VOC di Batavia. “Bangunannya rubuh, batu batanya diambilin untuk membangun tembok ini. Nih, yang seperti ini, nih,” tunjuk Mirza ke dinding luar bangunan.

Museum, Museum di Tengah Kebun, Wisata Sejarah, Jakarta, Visit Jakarta, Indonesia, Traveler, Backpacker, Traveling, Backpacking, Sjahrial Djalil, Kemang

Batu Bata yang menjadi dinding di Museum Tengah Kebun ini diambil dari bekas gedung VOC.

Museum, Museum di Tengah Kebun, Wisata Sejarah, Jakarta, Visit Jakarta, Indonesia, Traveler, Backpacker, Traveling, Backpacking, Sjahrial Djalil, Kemang

Mirza Djalil adalah sang pemandu Museum di Tengah Kebun.

Sejak dari luar museum, berjejer artefak-artefak koleksi Sjahrial Djalil, si empunya museum. Ada juga fosil pohon, kerang kuno, antefik candi, dan topeng-topeng antik. Masuk ke museum, permadani Pakistan menghampar. Seperti akan membawa kita terbang layaknya Aladdin. Sepasang patung loro blonyo Jawa Timur dari dekade 1800 berdiri di atas peti antik cokelat yang berukir emas dari Palembang.

Masuk lebih ke dalam lagi, sebuah ruang tamu luas yang penuh dengan koleksi benda bersejarah menjadi pemandangan utama. Ada juga satu lemari penuh buku yang juga berisi koleksi benda antik, antara lain berupa peralatan ngaben dan patung Yesus dari abad ke-17. Rasa kagum bercampur was-was, sebab beberapa koleksi berjajar di bawah dan gampang tersenggol. Dan, saat saya menoleh, saya menemukan hamparan rumput yang luas dengan prasasti dan arca Ganesha yang duduk tegap di pusat kebun. Arca Ganesha tersebut berasal dari Jawa Tengah, dari sekitar tahun 800. Adapun, kebun seluas 700 meter persegi itu jadi idaman setiap pengunjung yang datang. Karena kebun tersebut mengelilingi rumah maka bangunan itupun diberi nama Museum di Tengah Kebun.

Museum, Museum di Tengah Kebun, Wisata Sejarah, Jakarta, Visit Jakarta, Indonesia, Traveler, Backpacker, Traveling, Backpacking, Sjahrial Djalil, Kemang

Sebuah kolam renang dan arca Ganesha di halaman Museum Tengah Kebun ini bernuansa modern tapi tetap berlatar sejarah.

Petualangan dengan ‘mesin waktu’ masih berlanjut. Kami menjelajah ruang Singagaruda, nama yang gagah yang diberikan bagi kamar mandi si empunya museum. Kamar mandi selebar 9 meter x 11 meter tersebut penuh dengan barang-barang dari abad belasan. Ada kursi malas dari Dinasti Qing (tahun 1700-an), lampu minyak Prancis bergaya empire dari abad ke-19, dan bangku mahoni milik Raja George II. Semuanya tertata dengan rapi.

“Pak Sjahrir orangnya rapi kalau menaruh barang,” jelas Mirza sambil membuka lemari berisi koleksi pakaian yang tersusun berdasarkan jenis dan warna.

Museum, Museum di Tengah Kebun, Wisata Sejarah, Jakarta, Visit Jakarta, Indonesia, Traveler, Backpacker, Traveling, Backpacking, Sjahrial Djalil, Kemang

Koleksi Museum di Tengah Kebun beraneka ragam mulai dari lokal hingga internasional.

Berkunjung ke Museum di Tengah Kebun memang membuat saya merasa lagi keliling dunia dengan mesin waktu. Berbagai koleksi membuat rasa penasaran terpancing, sehingga saya tidak rela ketinggalan informasi tentang setiap detail koleksi yang ada di bangunan tersebut.

Kalau minat berkunjung ke Museum di Tengah Kebun, Anda bisa datang hari Rabu, Kamis, Sabtu, atau Minggu. Untuk masuk dan melihat-lihat koleksi, Anda tidak dipungut biaya apapun alias gratis. Anda cukup mengajak 7-10 orang per rombongan.

Setiap hari, pengunjung dibatasi hanya dua kloter saja. Yakni kloter yang masuk pukul 09.45 dan pukul 12.45. Supaya masuk kuota, ada baiknya memesan atau memberi tahu terlebih dahulu sebelum berkunjung. Informasi tentang Museum di Tengah Kebun bisa didapat melalui telepon 021-7196907. Kalau sudah dapat jadwal kunjungan, jangan sampai terlambat datang. Resikonya, Anda tidak diperbolehkan masuk. Jadi, sudah siap menjelajah dengan mesin waktu di Kemang?

20 thoughts on “Mesin Waktu Bernama Museum di Tengah Kebun

  1. wah, yang kayak gini favorit saya, museum😀 kalau sendiri enggak boleh mampir kah? paling bisanya dua orang maksimal, jarang ada yang doyan main ke museum sih ==

    • yoi sob.. wisata sambil belajar.. cocok kalo sambil bawa pacar (kalo punya) . . hehe minimal 7 orang sob, maksimal 10 org.. cuma dibatasi kunjungan 2x sehari.. iya jarang sih (apa kita yang gak tau) .. padahal udah murah juga.. promosinya dari pihak museum juga harus gencar sih.. kita bantu promosi laah.. hehe

  2. Thank you untuk infonya mengenai museum ini. Saya tinggal di dekat Kemang tapi baru tau ada museum ini.🙂 Btw cuma mau make sure, foto-foto di dalam museum diperbolehkan ya? Karena di sumber lain ada yang bilang kamera harus dititipkan di resepsionis dan kamera hp tidak diperbolehkan.

    • sama-sama sob. memang sebenernya museum ini gak dikelola di bawah depdikbud tapi milik pribadi empunya.. diperbolehkan kok sama guidenya. mungkin agak longgar peraturannya sob.. btw makasi sudah mampir. salam kenal.🙂

  3. Seru nih museum… Nice share kawan. Bagi pecinta museum, Museum di Tengah Kebun langsung masuk list kalo main ke Jakarta lagi hehe

    • emang mas. saya malah pengen ke sana lagi. sempat mas, tapi beliau ngobrol sembari tiduran, mungkin mengingat kesehatan beliau. Semoga tetap sehat untuk beliau. btw terima kasih sudah mampir, salam kenal Fiqy.🙂

      • Iya kondisinya Pak Sjahril semakin menurun ya. Sempat ngerasa hal-hal agak aneh nggak disana? Saat itu saya bersama dengan liputan salah satu TV, eh kamera dan microphone-nya nggak mau berfungsi😀.
        Salam kenal juga Wahyu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s