Tantang Adrenalin di Sungai Cimanuk

Dayung, blok kanan, stoop!” terucap dari seorang skipper atau kapten perahu ketika menginstruksikan kepada awak perahu karet untuk menstabilkan laju di tengah derasnya aliran Sungai Cimanuk. Awak-awak perahu dengan sigapnya mendayung sesuai instruksi skipper dan juga river sense yang harus dimiliki oleh setiap pengarung/rafter.

Arung Jeram, Pecinta Alam, Rafting, Mapala UI. Sungai Cimanuk, Garut, Traveler, Traveling, Jawa Barat, Indonesia, Backpacker

Sungai Cimanuk menawarkan pengalaman rafting/arung jeram yang menantang

Olahraga dayung-mendayung sudah lama populer di Indonesia. Sudah tercatat berbagai ekspedisi olahraga dayung yang agak menyerempet-nyerempet bahaya ini. Orang-orang luar negeri menyebutnya whitewater sport atau wildwater sport.  Dalam buku Catatan Sahabat Sang Alam, Norman Edwin  kegiatan ini disebut whitewater sport karena sungai yang diarungi berarus deras dan penuh dengan riam, sehingga warna sungai kelihatan memutih karena airnya berbuih. Kadang juga disebut wildwater sport karena memang sungai diarungi liar dan sangat berbahaya.

Pak Tarno, sapaan akrab Kurniadi S. Wijaya (M-847-UI), yang menjadi pelopor perjalanan arung jeram Cimanuk dan Cikandang, terlihat bersemangat untuk melakukan pengarungan ini. Mapokalers yang mengikuti pengarungan kali ini yaitu Kurnianto Amirullah (M-782-UI), Komarun (M-854-UI), Gus Firman (M-857-UI), Bazooka Akbar Anantama (M-860-UI), Agung Rudiarto (M-867-UI) dan Wahyu Adityo Prodjo (M-875-UI). Pengarungan ini juga diikuti oleh dua anggota Korpala Unhas, Makassar dan satu orang anggota Mapala Unasman, Sulteng. Segera pembagian tugas tim untuk melakukan persiapan pengarungan yang telah lama tertunda ini. Dengan berkoordinasi dengan teman-teman mahasiswa pecinta alam FISIP Univ Garut, kami melakukan riset untuk mengetahui kondisi air di Cimanuk dan Cikandang dan transportasi selama pengarungan.

Perjalanan menuju Garut kali ini menggunakan Panther Badak milik Dandossi Matram atau yang biasa dikenal oleh anak-anak mapokal Bang Osi. Panther Badak yang berwarna biru dongker ini telah menjadi “langganan” mengantarkan anak-anak mapokal dalam berkegiatan. Jam menunjukkan pukul 08.00 malam, langit yang cerah bertabur bintang melepas para anggota Mapala UI menuju Garut. Perjalanan yang memakan waktu hampir tujuh jam ini akhirnya dini hari pukul 03.00 kami sampai di tujuan persinggahan, UKM PA Gerhana Univ. Garut.

Dini hari ditemani dinginnya udara yang berhembus di Garut, kami beramah tamah, berkoordinasi teknis pengarungan dan beristirahat sebelum pengarungan dimulai di sekretariat UKM PA Gerhana, FISIP Univ. Garut. Dalam perencanaan teknis pengarungan ini, kami mengajak anggota Gerhana, Univ. Garut untuk ikut dalam pengarungan. Dengan dua mobil yang membawa perlengkapan arung jeram, kami menuju entri pengarungan Sungai Cimanuk. Cuaca cerah menyambut datangnya perahu Avon dan Bravo tapi juga tidak dapat diprediksi jika merujuk riwayat cuaca di Garut beberapa hari ke belakang. Garut kemarin mah lagi gak jelas ini, dua hari hujan, sehari enggak, besokannya hujan lagi” ujar Kang Uwek salah satu pengurus FAJI Garut ini menambahkan kondisi cuaca yang tidak menentu ini.

Arung Jeram, Pecinta Alam, Rafting, Mapala UI. Sungai Cimanuk, Garut, Traveler, Traveling, Jawa Barat, Indonesia, Backpacker

Pemandangan Gunung Guntur saat melintas menuju titik awal pengarungan Sungai Cimanuk

Pagi yang cerah menyambut Garut, langit biru dan gumpalan awan bak kapas menyemangati para calon pengarung untuk bersiap menuju entri  pengarungan di salah satu jembatan yang melintasi Desa Padareg, Kecamatan Bayongbong. Panther Badak mengantar kami beserta perahu dengan gagahnya. Jalan yang meliuk-liuk makin menanjak dan udara pun makin sejuk kala pagi ini, sawah hijau menghampar luas, Gunung Guntur berdiri kokoh, penduduk pun tersenyum dan menyapa kami ketika kami melewati jalan menuju titik awal pengarungan. Gerungan suara mesin diesel Panther Badak pun menjadi teman obrolan kami saat berada di dalam mobil. Jalan makin menyempit, suara derasnya sungai semakin terdengar, jembatan tanda entri pengarungan ini telah terlihat, Panther Badak menghentikan “langkah“-nya. Perahu beserta peralatan pengarungan lainnya siap untuk mengarungi Sungai Cimanuk.

Arung Jeram, Pecinta Alam, Rafting, Mapala UI. Sungai Cimanuk, Garut, Traveler, Traveling, Jawa Barat, Indonesia, Backpacker

Perahu Bravo sedang manuver memasuki jeram. Ketelitian dan kekompakan adalah hal yang harus diperhatikan ketika memasuki jeram.

Komando pun terucap dari Pak Tarno, “avon sama bravo turunin coy, pompa-pompa, dayung juga…”. Dengan sigapnya para calon pengarung mempersiapkan peralatan pengarungan ini. Matahari yang makin naik membentuk sudut 90 derajat, memburu kami agar cepat memulai pengarungan. Ya, para personil pengarungan segera memakai perlengkapan pengarungan dan menurunkan perahu ke aliran sungai yang terasa dingin ini. Dimulai dengan pembagian awak perahu dan tak lupa berdoa sebelum pengarungan, kami bersiap-siap menerkam jeram-jeram Sungai Cimanuk.

Permukaan air sungai yang tenang ternyata menyimpan sejuta misteri. Tak lama mengarungi sungai, dua perahu karet kami yang berawak enam orang di masing-masing perahu, disambut dengan jeram yang dikenal dengan nama “Jeram Welcome”. Tangan-tangan yang sigap memegang dayung bersiap untuk menerjang jeram yang dapat dikategorikan sebagai jeram kelas III-IV ini. Teriakan dari skipper menginstruksikan untuk segera mendayung dengan sekuat tenaga untuk menghindari tabrakan dengan batu agar perahu tidak terbalik. Intruksi irama-mendayung juga menjadi iringan suara selain jeram-jeram yang ganas ini. “dayung kiri, kuaaat-kuaaat, stoooopp!!” teriak Kurniadi mengatur awak-awak perahu untuk melewati jeram pertama yang tak lama menyambut kami.

Aliran air yang menabrak batu  berukuran cukup besar menyapa kami seolah mengatakan “hei kawan selamat datang di Sungai Cimanuk”. Selepas jeram itu, aliran air cukup tenang, memberi waktu untuk menghadapi jeram selanjutnya. Perahu menuju eddys, dayung pun didayung merapat ke sisi kiri sungai dan scouting pun dilakukan, jalur mana yang akan dilewati perahu yang berawak enam orang ini.  Di pinggir kiri dan kanan sungai terlihat vegetasi bambu yang tumbuh menghijau dan batu-batu besar menjadi hiasan alami di Sungai Cimanuk. Setelah scouting jeram selanjutnya terlihat aman untuk dilewati dan perahu meluncur keluar dari eddys menuju jeram yang bernama “Jeram Bebani”. Menurut seorang anggota UKM PA Gerhana, jeram ini tak jarang membuat perahu terbalik jika tidak bermanuver secara tepat. Aba-aba bersiap melewati jeram telah dikumandangkan, awak perahu dengan sigap mendayung sesuai rencana hasil scouting sebelumnya. Byuuuurrrr, perahu membelah jeram, standing wave yang tinggi cukup membasahi wajah dan menyegarkan kala siang hari yang menyengat ini.

Keseruan menabrak jeram-jeram ini membuat “penghuni” perut berdemo untuk segera dipenuhi permintaannya. Segera kami meminggirkan perahu untuk istirahat makan siang. Di bawah pohon yang membuat suasana teduh ini, kami beristirahat dan mengisi perut yang sudah mulai berbunyi. Siang yang agak terik ini juga membuat dahaga menyerang kami. Sebotol minuman bersoda segera dikeluarkan dari drybag dan “psshhh, gluk-gluk gluk” terasa segar mengaliri tenggorokan yang belum dibasahi oleh air yang layak minum ini. Hanya air sungai yang terkadang masuk ke mulut tanpa izin. Crackers, biskuit dan roti isi coklat yang menjadi menu makan siang ini segera meluncur ke perut. Sambil mengunyah makanan dan kadang diselingi dengan canda tawa, kami melakukan sedikit evaluasi kecil atas pengarungan yang kami lakukan sampai siang ini. Beberapa manuver kami evaluasi untuk bersiap menghadapi beberapa jeram yang masih menunggu di depan.

Jam menunjukkan pukul 2.00 siang, tiba waktu untuk mengakhiri nyamannya beristirahat di pinggir sungai. Air sungai yang berwarna kecoklat-coklatan ini siap menjadi kawan kami kembali selama beberapa jam kemudian. Tak lupa tujuan pengarungan kami yaitu meningkatkan kemampuan berarung jeram, para mapokalers mencoba berlatih flip-flop dan mendayung memotong arus.

Arung Jeram, Pecinta Alam, Rafting, Mapala UI. Sungai Cimanuk, Garut, Traveler, Traveling, Jawa Barat, Indonesia, Backpacker

Tiba siang hari, tim beristirahat untuk makan siang di tepi sungai.

Arung Jeram, Pecinta Alam, Rafting, Mapala UI. Sungai Cimanuk, Garut, Traveler, Traveling, Jawa Barat, Indonesia, Backpacker

Di pinggir sungai, tim pengarungan menepi untuk istirahat makan siang.

Ayooo dayung lagi yooo, abis ini jangan pada bengong yeee” ucap Gus Firman mengingatkan saat mulai mendayung. Avon dan Bravo siap menerjang jeram-jeram yang menunggu di depan.  Beberapa menit mendayung, selepas dari aliran sungai yang tenang, bunyi gemuruh jeram memanggil kami dari kejauhan. Scouting kembali dilakukan dari atas perahu, jeram ini dikenal dengan nama “Jeram Panjang”. Di jeram ini terdapat undercut yang siap menjebak pengarung jika masuk ke dalamnya. Avon yang diplot sebagai pembuka jalur didayung bergerak untuk mencoba melewati Jeram Panjang ini. “uuuu yeeeah huuuuu” teriak mapokalers saat avon berhasil meluncur melewati jeram ini setelah mendayung dengan kompaknya. Bravo menyusul setelahnya tanpa kesulitan dalam manuver karena belajar dari avon yang melintas terlebih dahulu. Aliran sungai kembali tenang, kami kembali mendayung di tengah indahnya landscape di sekitar Sungai Cimanuk. Dari beberapa jeram yang telah kami lewati, tersisa satu jeram yang menunggu. Jeram ini bernama “Jeram Kembar”. Setelah kami cari informasi melalui narasumber yang kami ajak arung jeram ini, dia pun tak tahu mengapa disebut demikian. Mungkin karena terdapat dua batu yang ada di jeram itu maka dinamakan demikian.

Arung Jeram, Pecinta Alam, Rafting, Mapala UI. Sungai Cimanuk, Garut, Traveler, Traveling, Jawa Barat, Indonesia, Backpacker, Scouting

Sebelum memasuki jeram, scouting atau pengamatan wajib dilakukan untuk menentukan jalur mana yang akan dilewati

Arung Jeram, Pecinta Alam, Rafting, Mapala UI. Sungai Cimanuk, Garut, Traveler, Traveling, Jawa Barat, Indonesia, Backpacker

Melewati jeram di Sungai Cimanuk membuat tim tersenyum puas dan bersiap kembali untuk jeram berikutnya

Scouting tak bosannya kami lakukan sebelum melewati jeram tersebut. sungai. River sense kami diuji untuk menilai jeram yang akan dilalui tersebut. Akhirnya kami sepakat untuk menuruninya dengan perahu. Avon si pembuka jalur meluncur dengan pasti melewati Jeram Panjang dan awak-awak Bravo melihat manuver yang dilakukan oleh Avon. Sambil memperhatikan manuver, tak lupa tim mendokumentasikan momen-momen saat Avon melewati jeram itu.  Avon mendarat mulus dan segera Bravo bersiap untuk menyibak jeram yang terlihat menantang itu. Bravo melintas dengan tangkasnya, mulus tak menabrak batu. yihaaaaa, dadaaa …lewat juga si kembar” ucap saya ketika Bravo mulai memasuki aliran flat sambil menoleh ke belakang.

Akhirnya pengarungan hampir mencapai exit point yang berada di Kelurahan Sukapadang, Kecamatan Tarogong Kidul. Kiri-kanan sungai sudah terlihat banyak pemukiman warga. Pemukiman yang ada rata-rata sangat rapat dan cukup terlihat tak teratur. Garis sempadan sungai pun dilanggarnya. Kondisi sungai yang agak surut ini menyebabkan kami harus portaging untuk ke pinggir sungai. Batu-batu di sungai menghambat lajunya perahu karet. Di pinggir sungai tim darat dari UKM PA Gerhana telah menyambut kedatangan kami. Perahu segera kami kempeskan untuk mempermudah proses packing ke atas Panther Badak. Pengarungan ini diakhiri menjelang senja di Kota Garut. Suara derasnya air sungai, kicau burung dan terkadang suara anak kecil yang menyapa kami dari pinggir sungai sepanjang pengarungan sekitar 12 km ini kini berganti dengan bisingnya kendaraan yang lalu lalang di sepanjang jalan. Petualangan ini belum berakhir karena esok hari kami akan berangkat ke Sungai Cikandang untuk kembali berarung jeram. Dan titik akhir pengarungannya adalah Laut Selatan Jawa! Tunggu kisah selanjutnya ya.

2 thoughts on “Tantang Adrenalin di Sungai Cimanuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s