Antara Gunung Pangrango, Mandalawangi dan Pelangi

Pelangi, Edelweiss, Lembah Mandalawangi, Mapala UI, Pecinta Alam, Gunung Pangrango, Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango, TNGGP, Jawa Barat, Visit Indonesia, Visit Jawa Barat, Traveler, Hiking, Gunung Salak, Mountanerring

Minggu, 19 Mei 2013 di tengah suasana pagi hari yang cerah, Gunung Salak terlihat mengintip dari celah Lembah Mandalawangi. Lembah Mandalawangi merupakan stepa yang luas menghampar sebelum Puncak Gunung Pangrango

Di kala penat menyerang, sejenak menghindar dari keramaian kota merupakan sebuah pilihan utama bagi saya. Tercemarnya udara di kota membuat saya memilih untuk menghirup udara segar di dataran tinggi. Dengan mendaki gunung saya dapat memenuhi apa yang saya inginkan. Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango adalah tempat yang paling sering saya kunjungi bersama teman-teman jika ingin mendaki gunung. Namun Gunung Pangrango adalah destinasi favorit saya dibandingkan Gunung Gede yang letaknya bersebelahan. Dengan ketinggian 3019 mdpl dan trek pendakian yang cukup sulit untuk pendaki seperti saya, keindahan alam sepanjang perjalanan dan ketika sampai di sebuah padang edelweiss di dekat puncak Gunung Pangrango akan membuyarkan segala kegundahan.

Perjalanan mendaki gunung kali ini mungkin menjadi pendakian terbaik saya selama hampir sembilan tahun mendaki gunung. Seperti biasa, dalam pendakian ini saya mengunjungi tempat favorit saya di Gunung Pangrango yaitu Lembah Mandalawangi. Walaupun sudah sering kali saya kunjungi tempat ini, tak ada bosan-bosannya dengan padang edelweis yang satu ini. Di tempat ini saya dapat menemukan kedamaian hidup dan sejenak intropeksi diri setelah lima hari berkegiatan di kota Jakarta yang selalu ramai dalam 24 jam. Lembah Mandalawangi adalah sebuah stepa yang ada di Gunung Pangrango yang jika dibandingkan dengan Surya Kencana mungkin hanya seperlima luasnya. Dari Lembah Mandalawangi, sobat traveler dapat melihat Gunung Salak dan Gunung Halimun jika cuaca cerah. Dan jika waktu berkunjungnya tepat maka sobat traveler dapat melihat edelweiss yang bermekaran.

Pelangi, Lembah Mandalawangi, Mapala UI, Pecinta Alam, Gunung Pangrango, Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango, TNGGP, Jawa Barat, Visit Indonesia, Visit Jawa Barat, Traveler, Hiking, Mountanerring

Pelangi di Mandalawangi muncul setelah hujan rintik-rintik turun di sore hari, Sabtu 18 Mei 2013. Fenomena pelangi di Mandalawangi ini baru sekali saya lihat setelah berkali-kali mendaki Gunung Pangrango.

Pelangi, Lembah Mandalawangi, Mapala UI, Pecinta Alam, Gunung Pangrango, Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango, TNGGP, Jawa Barat, Visit Indonesia, Visit Jawa Barat, Traveler, Hiking, Mountanerring

Senja di Mandalawangi Sabtu, 18 Mei 2013. Langit berwarna orange dan dihiasi oleh lekuk indah pohon-pohon di Gunung Pangrango

Ya, itu adalah kesan saya ketika mendaki Gunung Pangrango ini bersama teman-teman Mapala UI dan beberapa mahasiswa UI lainnya yang non Mapala UI beberapa minggu lalu pada tanggal 18-19 Mei 2013. Cuaca cerah sepanjang hari mendukung pendakian saya walaupun sempat turun hujan rintik-rintik di sore hari. Saya melangkah pasti menuju Mandalawangi di sore itu. Saya berterima kasih kepada hujan yang turun karena dengan itu saya dapat melihat pelangi ketika sampai di Lembah Mandalawangi. Keindahan pelangi ini baru sekali saya saksikan di padang edelweis yang ada di Gunung Pangrango ini. Sungguh indahnya pelangi yang muncul di hadapan saya. Di ujung sebelah barat terlihat dengan jelas Gunung Salak dengan dua puncaknya yang menjulang tinggi. Ditemani dengan sinar matahari yang mulai redup, suasana senja di Mandalawangi semakin mesra. Pelan tapi pasti teman-teman saya dalam pendakian mulai muncul di tengah senja ini. Segera saya meninggalkan pelangi ini dan bergegas untuk mendirikan tenda dan mulai memasak untuk makan malam bersama teman-teman.

Pelangi, Lembah Mandalawangi, Mapala UI, Pecinta Alam, Gunung Pangrango, Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango, TNGGP, Jawa Barat, Visit Indonesia, Visit Jawa Barat, Traveler, Hiking, Mountanerring

Tim pendakian Gunung Pangrango 18-19 Mei 2013 yang berjumlah 12 orang terdiri dari 4 anggota Mapala UI dan 8 orang non-Mapala UI

Malam perlahan datang menggantikan senja, sunyi dan dingin menghampiri Mandalawangi kemudian disusul hujan yang turun dengan derasnya. Saya dan teman-teman bersiap untuk makan dan beristirahat di dalam tenda ditemani dengan hangatnya berselimut sleeping bag. Badan ini terasa lelah setelah mendaki hampir delapan jam lamanya. Namun pengalaman melihat pelangi di Mandalawangi serasa menjadi penawar lelah dan menambah semangat untuk perjalanan turun esok hari. Pelangi ini selalu mengingatkan kepada saya tentang arti keindahan. Karena pelangi yang berwarna warni ini datang menghiasi setelah langit “menangis” dan berwarna gelap.

Pelangi, Lembah Mandalawangi, Mapala UI, Pecinta Alam, Gunung Pangrango, Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango, TNGGP, Jawa Barat, Visit Indonesia, Visit Jawa Barat, Traveler, Hiking, Mountanerring, Edelweis

Serangga ini terlihat asyik menghinggapi Edelweis. Di bulan Mei ini sudah mulai masuk musim bermekarannya Edelweiss.

Pelangi, Lembah Mandalawangi, Mapala UI, Pecinta Alam, Gunung Pangrango, Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango, TNGGP, Jawa Barat, Visit Indonesia, Visit Jawa Barat, Traveler, Hiking, Mountanerring, Edelweiss

Gunung Gede terlihat dengan jelas pada hari Minggu pagi yang cerah, 19 Mei 2013 di Puncak Pangrango

Pagi datang menyambut di Mandalawangi, matahari perlahan naik memberikan kehangatannya. Burung-burung pun bernyanyi dengan suara merdunya. Saya bersama teman segera keluar ke Mandalawangi dan bersiap untuk mengunjungi Puncak Pangrango yang hanya berjarak 10 menit dari padang edelweiss ini. Edelweis di sini serasa mengucapkan selamat pagi untuk para pendaki yang ada. Hampir sema edelweis di sini mulai bermekaran. Gunung Gede terlihat sangat jelas dari Puncak Pangrango. Selain Gunung Gede yang terlihat, Gunung Gemuruh juga tak mau kalah untuk memunculkan “wajahnya“. Memang pagi ini boleh dibilang adalah pagi yang sempurna karena matahari bersinar dengan cerahnya menambah keindahan alam ini. Namun saya tidak dapat berlama-lama di sini karena harus segera turun menuju kaki gunung. Keindahan Mandalawangi ditambah pelangi yang muncul membuat pendakian ini sangat berkesan. Berharap dapat bertemu kembali dengan pelangi di Mandalawangi.

5 thoughts on “Antara Gunung Pangrango, Mandalawangi dan Pelangi

  1. Pingback: Jejak Langkah di Gunung Sindoro | inisayadanhidupsaya

  2. hi, salam kenal. kemarin dulu, saya pernah lihat foto mandalawangi (sotoy) dengan caption foto puisinya Walt Whitman, saya suka sekali trus penasaran pengen cari lengkap puisinya, tapi foto header kamu udah diganti kayaknya. Masih inget ngga judulnya apa ? Keep writing, blognya kerennnn😀

    • hai amel.🙂 . itu foto di surya kencana gunung gede. ohh kutipannya itu gini ““Now I see the secret of making the best person: it is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth.” . iyaa makasi .. masih belajar kok ini. hehe . ayo nulis juga..😀

  3. mau tanya apakah sumber air di Mandalawangi lancar dibulan April? kapan mata air tersebut benar2 mengering? saya butuh masukan karena rencana berkemah disitu tanpa harus membawa banyak air dari Kandang Badak.

    Thanks & salam lestari

  4. I stumbled upon this blog whilst searching for the meaning of word Mandalawangi. Kata-kata yang cantik. I am a traveller architect from Malaysia and i love reading travel stories. Teruskan. Hidup berada di sekeliling dunia. Belajar setiap helaian selagi mampu kerna setiap orang lain judul dan kisah hidupnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s