Pulau Sempu: Nirwana yang tersembunyi di Malang

Segara Anakan, Pulau Sempu, Malang, Jawa Timur, Backpacker, Travelling, Pecinta Alam, Travellers

Segara Anakan merupakan salah satu objek wisata di Pulau Sempu, Malang

Bagi pencinta traveling khususnya pantai mungkin sudah tidak asing lagi dengan Pulau Sempu. Belakangan ini pulau ini mulai tereksploitasi secara luas ke para wisatawan lokal maupun internasional lewat media cetak maupun elektronik. Pulau Sempu terletak di Kabupaten Malang yang berjarak sekitar 3-4 jam dari Kota Malang. Perjalanan menuju Pulau Sempu dapat dijangkau dengan kendaraan bermotor hingga Sendang Biru dan menyebrang menggunakan kapal nelayan. Pulau Sempu saat ini berstatus sebagai kawasan cagar alam yang dilindungi pemerintah dan di pulau ini hampir tidak dapat ditemukan air tawar (berdasarkan info dari nelayan dan para pemandu). Saya pertama kali mengunjungi Pulau ini bulan Maret yang, lalu hampir delapan bulan yang lalu. Namun keindahannya masih teringat dan selalu menjadi magnet untuk kembali mendatanginya.

Saya menuju Pulau Sempu bersama teman-teman yang berjumlah enam orang. Rencana untuk traveling ini sebenarnya sudah dari tahun 2011 yang lalu, tapi karena kesibukan masing-masing dari kami yang berbeda maka baru terealisasikan Maret tahun 2012. Dengan planning yang matang, kami berangkat dari Jakarta menggunakan kereta Matarmaja menuju Malang. Perjalanan menggunakan kereta api adalah sebuah favorit karena murah, cepat dan saya dapat mengenal wajah-wajah lain Indonesia lebih dekat. Perjalanan hampir 20 jam di kereta akan terbayarkan setelah sampai di sana. Akhirnya kami pun tiba di Malang dan kami segera mempersiapkan perjalanan berikutnya.

Tidak langsung menuju ke Pulau Sempu, dua hari di Malang kami pergunakan untuk istirahat, menikmati suasana Kota Malang dan mempersiapkan kebutuhan untuk berkemahnanti di Pulau Sempu. Saya sempat mampir ke Batu, wisata kuliner khas Malang dan berendam air panas. Sebenarnya banyak tujuan wisata di Malang tapi saya hanya akan fokus di Pulau Sempu. Hari yang ditunggu telah tiba. Setelah persiapan logistik, transportasi dan fisik telah terpenuhi, saya bersama teman-teman berangkat dengan mencarter angkot dari Terminal Arjosari hingga Sendang Biru. Perjalanan menuju Sendang Biru untuk menyebrang ke Pulau Sempu cukup lama yaitu empat jam menggunakan angkot. Jalan yang kami lalui hingga batas kota berkelok-kelok membelah bukit. Hal ini membuat angkot mengurangi kecepatan untuk menghindari kecelakaan karena pada saat itu hujan juga turun. Akhirnya kami pun sampai di Sendang Biru pukul 15.30, sudah sore tapi kami tetap pada rencana. Kami akan trekking untuk menuju Segara Anakan.

Pulau Sempu, Segara Anakan, Sendang Biru, Malang, Jawa Timur, Backpacker, Travelling

Bersiap menyeberang ke Pulau Sempu melalui tempat pelelangan ikan di Sendang Biru

Pulau Sempu, Segara Anakan, Malang, Jawa Timur, Backpacker, Travelling

Jalur menuju Segara Anakan di tengah hutan Pulau Sempu sangat sulit dilewati ketika musim penghujan.

Untuk menyebrang dari menuju Pulau Sempu dari Sendang Biru tidak memakan waktu yang lama, hanya 15 menit menggunakan perahu nelayan. Setelah sampai di entry point pulau, kami harus trekking memasuki hutan sekitar 2-3 jam untuk menuju Segara Anakan. Medan yang dilalui sangat berat, karena kami berkunjung di saat musim penghujan maka tanah yang ada di dalam pulau menjadi sangat gembur dan membuat menjadi seperti rawa. Berkali-kali kaki tenggelam masuk ke tanah hampir selutut kami. Akar-akar pohon menjadi pijakan kaki kami tapi itu pun tidak membuat aman karena akar pohon itu licin membuat beberapa dari kami kadang terjatuh.

Di tengah perjalanan, saya melihat kucing hutan, ayam hutan dan suara burung menjadi teman lain di tengah perjalanan. Sekedar informasi saja, penunjuk arah di Pulau Sempu belum terkelola secara baik, hanya ikatan tali rafia atau botol air mineral buatan orang-orang sebelumnya saja yang menjadi patokan. Kami sempat merasa tersesat, ya itu mungkin efek psikologis ketika trekking dan fisik mulai terasa lelah. Saya memutuskan untuk berhenti sekedar memakan kudapan dan minum kopi serta orientasi medan. Setelah recovery dirasa cukup, kami melanjutkan perjalanan dan tak terasa gelap pun datang, kami segera mengeluarkan alat penerangan.

Tak lama berjalan sekitar satu jam, akhirnya kami sampai di Segara Anakan. Kelelahan terbayar ketika melihat Segara Anakan walaupun saya sampai pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB. Kami segera mendirikan tenda, membersihkan diri dan memasak untuk makan malam. Setelah perut terisi, kami berenang sebentar dan akhirnya kami tidur pukul 22.00 WIB.

Segara Anakan, Pulau Sempu, Malang, Jawa Timur, Bacpacker, Travelling

Air yang berwarna biru dan pasir putih merupakan keindahan dari Segara Anakan

Di pagi hari mulai muncul nirwana yang tersembunyi di balik malam. Alangkah indahnya pemandangan Segara Anakan, lelah pun langsung hilang ketika melihat keindahan ini. Sejauh mata memandang dapat dilihat air laut yang masuk ke Segara Anakan melalui sebuah lubang karang yang besar. Suaranya menggelegar karena deburan ombak yang menghantam karang. Saya mencoba menaiki bukit berupa karang untuk melihat laut lepas Samudera Hindia. Setelah mencapai bukit itu dan saya langsung disambut oleh hamparan laut lepas berwarna biru di depan mata. Sejenak menghela nafas ketika melihat lautan lepas tersebut. Tak dibayangkan betapa kuasanya Allah SWT atas ciptaann-Nya. Menghadap ke belakang, saya dapat melihat pemandangan Segara Anakan yang sangat indah. Memang benar-benar indah, semua lelah tidak berarti ketika melihat ini. Saya pun merasa tidak ingin buru-buru mengangkat carrier untuk pulang. Rasa-rasanya ingin berada di sini seminggu tetapi itu tidak mungkin mengingat perbekalan kami hanya cukup untuk dua hari.

Setelah puas bermain-main di Segara Anakan, saya beserta teman-teman langsung berbenah untuk segera pulang mengingat hari sudah makin siang. Ketika kembali ke base camp, saya bersama teman-teman bertemu dengan dua orang wisatawan mancanegara. Mereka berasal dari Belanda dan Perancis. Menurut mereka, Segara Anakan adalah tempat yang sangat indah sekali. Mereka pun sangat senang dapat berada di sini. Sesuai dengan rencana, saya sudah berjanji kepada nelayan yang mengantar kemarin akan tiba di tempat penjemputan sore sekitar pukul 16.00 WIB. Tepat pukul 13.00 WIB, saya dengan berat hati meninggalkan nirwana ini dan berjanji akan kembali suatu saat nanti. Nirwana ini belum sepenuhnya dijelajahi karena masih ada pantai di sisi lain Pulau Sempu yang menunggu untuk didatangi.

Perincian biaya menuju ke Segara Anakan, Pulau Sempu

Transportasi

Bis Bianglala Patas 76 menuju St Pasar Senen             Rp 6.000

Kereta Matarmaja St. Ps Senen – St. Malang PP          Rp 52.000

Carter angkot Terminal Arjosari – Sendang Biru PP       Rp 400.000

Perahu nelayan ke Pulau Sempu PP                              Rp 100.000

4 thoughts on “Pulau Sempu: Nirwana yang tersembunyi di Malang

  1. Hai… salam kenal. Mau nanya : apakah dari sendang biru ke pulau sempu tidak sulit mencari perahu di sore hari? karena ada teman yang bilang kalau perahu dari sendang biru menuju pulau hanya sampai jam 13.00

    Tks

    • halo salam kenal. setau saya gak sulit. karena waktu itu saya mulai menyeberang pukul 3.00 sore. Di pinggir pantai sendang biru maupun di TPI (tempat pelelangan ikan) itu banyak nelayan kok. terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s