Perjalanan Menuju Hulu Sungai Ciliwung

Jikalau mendengar dua kata yaitu Sungai Ciliwung, siapa tidak tahu sebuah nama sungai yang fenomenal ini. Secara hukum saya termasuk warga Jakarta, saya sudah pasti tahu Sungai Ciliwung ini. Buat yang belum mengetahui Sungai Ciliwung, sedikit saya akan paparkan sejarah. Ciliwung berasal dari dua kata dalam bahasa Sunda yaitu Ci yang berarti sungai  dan Liwung yang berarti bingung , jadi kalau digabungkan , sungai yang membingungkan. Dalam naskah Bujangga Manik abad ke 15 Ciliwung diartikan jadi Cihaliwung, Ci yang berarti air dan haliwung berarti keruh, kotor, jadi kalo digabung air keruh. Hmmmm dari asal namanya aja sudah mencerminkan keadaannya sekarang.

Menurut informasi yang saya dapatkan dari tulisan mengenai Ciliwung, cerita-cerita warga di sekitar hulu sungai dan Utha seorang mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah FIB UI angkatan 2008, legenda Sungai Ciliwung dahulu kala merupakan tempat wanita-wanita Belanda mandi, airnya jernih biasa dipesan untuk minum sama orang Belanda, banyak ikan yang hidup di sana. Namun sekarang semuanya sudah berubah seperti yang dapat kita lihat sekarang bagaimana keadaannya. Warga-warga di pinggiran Sungai Ciliwung sudah biasa buang sampah ke sungai, ada yang membangun rumah di bantaran Sungai Ciliwung bagian tengah.

Perjalanan ini saya lakukan dalam rangka survei untuk penelitian sosial Sungai Ciliwung. Penelitian sosial ini merupakan tahap kedua BKP (Badan Khusus Pelantikan) Mapala UI yang saya akan lakukan tanggal 27-31 Agustus 2012. Saya berangkat survei ke subdas (sub daerah aliran sungai) Sungai Ciliwung yaitu Ciesek di Cisarua, Puncak, Jawa Barat. Survei ini saya lakukan selama dua hari, 15-16 Agustus 2012. Saya berangkat dari Sekretariat Mapala UI Pukul 13.00 siang bersama Yudi (M-821-UI) sebagai mentor, Ai dan Satria sebagai temen sekelompok saya dan Manyu, Opor (Anugrah Putra Perdana) dan TB (Tubagus Ryan Aronda) sebagai teman survei dari kelompok lain. Saya menggunakan transportasi kendaraan beroda dua untuk mencapai lokasi survei. Kami memilih motor karena medan yang ditempuh agak berat. Akhirnya kami berhenti di pom bensin di daerah Cibogo untuk segera menentukan entry point.

Peta Sungai Ciesek, Sungai Ciesek, Ciesek, Entry Point Sungai Ciesek

Jalan Jogjogan merupakan entry point dalam survei Sungai Ciesek kali ini.

Jogjogan, Entry Point Sungai Ciesek

Jalan di sebelah kiri merupakan entry point survei menuju Sungai Ciesek.

Secara geografis subdas Ciesek melewati dua kacamatan yaitu Cisarua dan Megamendung tapi tempat yang akan saya teliti hanya di aliran Sungai Ciesek yang melewati desa Cilember dan Megamendung. Entry point survei setelah melihat peta dan menggunakan GPS (Global Positioning System) berada di titik koordinat 071118 dan 9264269. Titik koordinat itu saya dapatkan setelah saya melihat jalan terdekat menuju sungai Ciesek di desa Cilember. Dan kami masuk lewat jalan yang bernama jalan Jogjogan, 500 m sebelum Taman Matahari dan sekitar 1 km sebelum Ch*m*ry Resto . Setelah mendapatkan entry point, kami mulai mencari bantaran sungai terdekat. Kemudian di jalan Cirangrang II, di sana saya plotting peta, nge-mark lokasi dan mengukur lebar sungai. Saya juga turun ke sungai untuk sedikit mendokumentasikan keadaan sungai. Amat sangat disayangkan, walaupun masih di hulu, sampah sudah banyak. Padahal jarak dari jalan Cirangrang II ke Curug Panjang yang mana adalah salah satu hulu dari Sungai Ciesek tidak terlalu jauh. Entah kenapa bisa sampai banyak sampahnya, kami pun juga belum banyak tanya ke warga sekitar. Senja pun datang, kami segera mengakhiri survei hari ini dan kami bersama temen-temen beranjak menuju Masjid At-Taawun untuk berbuka puasa. Di tengah perjalanan tepatnya di Perkebunan Teh, Gunung Mas, Puncak , kami menyempatkan untuk melihat latihan paragliding.

Jembatan Ciesek, Sungai Ciesek, Sampah Sungai Ciliwung

Sampah terlihat di aliran Sungai Ciesek. Jembatan tersebut adalah Jembatan Ciesek di jalan Cirangrang II

Maghrib pun berlalu, kami memutuskan untuk mencari warung untuk singgah. Saya akhirnya memberi ide untuk ke warung biasa saya kunjungi sejak jaman SMA. Teteh dan akangnya pun udah hafal kalo saya kemari karena klo lewat puncak pass, pasti saya selalu mampir ke sini. Di tempat ini kami memuaskan rasa lapar dan haus setelah kegiatan yang cukup melelahkan. Di sana saya juga menyiapkan rencana survei hari kedua. mulai dari plotting peta lagi, mencari lokasi kantor kepala desa dan lain-lain.Hari telah malam dan kami pun beristirahat untuk mempersiapkan survei esok hari.

Jam setengah 6 pagi, kami bergerak turun kembali menuju entry point di jalan Jogjogan. Karena masih ngantuk kami memutuskan untuk mulai survei jam 7 pagi tapi akhirnya hanya saya, Ai dan Satria  saja yang berangkat. Kami lalu memulai survei kembali, dengan diawali membuka peta, target kami hari ini adalah menemukan akses jalan untuk penelitian kami. Saya menuju kembali ke jalan Cirangrang II untuk mengeksplore jalan-jalan yang ada. Tanjakan yang lumayan curam juga gang-gang yang lumayan sempit di tengah-tengah perkampungan kami lewati. Terlihat sawah yang menghampar dan ternyata sawah-sawah tersebut adalah batas desa Cilember dan Megamendung. Perjalanan kami lanjutkan menuju Curug Panjang yang merupakan salah satu hulu Sungai Ciesek. Sampai kami melewati jembatan, tim memutuskan untuk berhenti untuk nge-mark posisi dan melihat peta. Jembatan itu bernama Jembatan Cirangrang II, di bawahnya mengalir Sungai Ciguntur yang merupakan anak Sungai Ciesek. Seperti biasa, saya turun ke sungai untuk mendokumentasikan area tersebut. Lagi dan lagi sungai tersebut dipenuhi sampah yang beraneka ragam. Ketika saya sedang sibuk plotting peta, saya dihampiri oleh seorang kakek-kakek naik motor dengan menggunakan baju koko, sarung dan berpeci. Setelah saya berbincang-bincang, kakek tersebut bernama Haji Upan. Beliau adalah orang asli daerah Cilember yang berumur 73 tahun, beliau juga bercerita tentang keadaan sungai ini dulu. Informasi yang saya dapet dari beliau, Sungai Ciguntur ini ternyata diambil dari nama putra sulung Bung Karno yaitu Guntur Soekarno Putra.

Plotting Peta, Sungai Ciguntur, Jembatan Cirangrang II

Ai dan Satria sedang memplotting peta di mana Jembatan Cirangrang II. Di bawah jembatan ini mengalir Sungai Ciguntur yang mana adalah anak Sungai Ciesek.

Sungai Ciguntur, Jembatan Cirangrang II, Sampah Sungai

Sampah di aliran anak Sungai Ciesek, Sungai Ciguntur.

Selepas dari Jembatan Cirangrang II , kami melanjutkan perjalanan ke arah Curug Panjang. Jalan yang kami tempuh lumayan curam dan berliku, medan yang cukup berat, di tengah perjalanan kami nemuin dua aliran mata air yang dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk keperluan sehari-hari. Tak berapa lama kemudian kami sampai ke entry point Wahana Wisata Curug Panjang, pintu ini berlokasi di koordinat 0714894 dan 9264840 . Menurut informasi yang saya lihat dan dari penjaga tiket Curug Panjang, tempat ini dikelola oleh Perum Perhutani dan KTWH (Kelompok Tani Hutan Wisata). Tidak berlama-lama, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju aliran air Curug Panjang. Jalan yang kami tempuh lumayan sulit dengan kendaraan bermotor. Saya, Satria dan AI sempat kesulitan untuk ngelewatinnya. Akhirnya setelah menemukan jembatan, saya melihat aliran air Curug Panjang dan langsung saya plotting peta dan nge-mark posisi. Titik koordinat Curug Panjang berada di 0715065 dan 92644960. Menurut saya keadaan air Curug Panjang, sangat bersih, airnya berwarna biru kehijau-hijauan, dipenuhi batuan dan rumput-rumput yang hijau. Memang sangat cocok dijadikan tempat wisata untuk berlibur di akhir pekan. Setelah menemukan salah satu aliran hulu Sungai Ciesek, kami langsung menuju tempat berikutnya yaitu kantor Desa Cilember dan Megamendung. Di tengah perjalanan, saya menemukan aliran sungai yang melewati jalan. Sungai tersebut terletak di koordinat 0714783 dan 9264346 setelah saya melihat GPS. Menurut informasi dari warga sekitar, nama aliran sungai itu adalah Paseban dan alirannya mengalir menuju Curug Panjang. Tak berlama-lama karena hari sudah semakin siang, kami langsung bergerak kembali mencari kantor desa. 10 menit naik motor, akhirnya saya menemukan kantor kepala desa Cilember di alamat Jalan Cilember no 104. Di sana saya ngobrol dengan aparat desa untuk meminta izin untuk meneliti di Desa Cilember dan gw mendapat respon yang baik dari pihak Desa Cilember. Dengan hati yang senang, kami meninggalkan kantor Desa Cilember dan melanjutkan untuk mencari kantor Desa Megamendung. Berbekal informasi dari orang-orang di kantor Desa Cilember, kami menemukan juga kantor Desa Megamendung. Alamat kantor Desa Megamendung di jalan Sirnagalih no 69.  Di sana kami juga melakukan hal yang sama seperti di kantor Desa Cilember. Respon dari pihak Desa Megamendung juga baik dan mendukung sepenuhnya kegiatan yang akan kami lakukan nanti.

Curug Panjang, Hulu Sungai Ciesek, Cilember, Megamendung

Entry Point Wahana Wisata Curug Panjang. Curug Panjang merupakan salah satu hulu Sungai Ciesek.

Curug Panjang, Hulu Sungai Ciesek, Curug Cilember, Cisarua

Aliran Curug Panjang yang merupakan salah satu Hulu Sungai Ciesek.

Paseban, Sungai Ciesek, Curug Panjang

Sungai ini melewati jalan yang biasa dilalui kendaraan bermotor. Menurut warga sekitar, sungai ini merupakan anak Sungai Ciesek.

Desa Cilember, Kantor Desa Cilember, Cisarua

Alamat Kantor Desa Cilember, Cisarua

Kantor Desa Megamendung, Desa Megamendung, Cisarua

Kantor Desa Megamendung.

Puas dengan hasil yang saya dapat dari survei yang saya lakukan dua hari ini, saya mengakhiri kegiatan ini jam 2 siang dan segera bersiap-siap untuk pulang kembali ke Sekretariat Mapala UI, Depok. Dari kegiatan survei ini dapat saya simpulkan bahwa akses menuju hulu Sungai Ciesek lumayan mudah, jalannya sudah diaspal dan terdapat petunjuk yang jelas walaupun sedikit berliku dekat Curug Panjangnya. Akses menuju aliran Sungai Ciesek juga ga terlalu jauh dari jalan utama, mudah dijangkau dengan kendaraan bermotor roda dua. Keadaan sungainya kotor dengan sampah dari warga sekitar, ada juga sampah dari tumbuhan-tumbuhan di sekitar. Semoga nanti di penelitian yang bakal saya lakukan, saya dapat mengeksplorasi lebih dalam lagi Sungai Ciesek. Sekian cerita dari saya, semoga bermanfaat.

NB: Terima kasih atas dukungan Yudhi Yanto (M-821-UI) dan Duty Andhika (M-831-UI) dalam persiapan survei Hulu Sungai Ciesek ini, TB, Opor dan Manyu yang telah ikut menemani survei dan jelas big thanks to Ai dan Satria sebagai teman sekelompok.

6 thoughts on “Perjalanan Menuju Hulu Sungai Ciliwung

  1. Alur cerita nya ngingetin gue sama perjalanan gue waktu Latihan dasar pas SMA dari jakarta ke cibodas pake “bekal” seadanya, tapi yang ini lebih expert karena pake GPS, dan udah plotting-plottingan segala, hahaha… saran ane sih gambar sama alur cerita di pas-in, dan gue pribadi lebih nyaman liat paragraf diseling gambar, padahal teknik pengambilan gambar udah lumayan lah, hahaha.. keep posting mang!

    • itu termasuk aliran hulu sungai Ciliwung juga yang mengalir dari Gunung Pangrango, nanti alirannya Subdas Ciseuseupan Cisukabirus (Gadog) .. menelusur ke hulu Sungai Ciliwung jadi alternatif wisata di daerah Puncak, selain dapat menikmati keindahan alam, kita juga dapat melihat secara langsung keadaan Sungai Ciliwung di bagian hulu.. btw terima kasih udah mampir.. salam kenal kawan..🙂

  2. Saya membutuhkan ASAL/SUMBER debit air sungai yang menyebabkan Jakarta banjir? Any information? Apakah hanya sungai Ciesek yang bergabung sebagai sungai Ciliwung yang ke Jakarta? Berapa jarak hulu sungai Ciliwung dan sungai Cisadane? Saya tertarik aspek teknisnya saja untuk usaha mengatasi banjir di Jakarta?

    • tidak pak. anak sungai di sungai Ciliwung cukup banyak. juga berkontribusi terhadap penumpukan sampah di DAS Ciliwung. Saya bersama teman-teman Mapala UI sedang ada program untuk restorasi Sungai Ciliwung. Kami dengan senang hati berbagi informasi. Salam kenal pak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s